Tampilkan postingan dengan label pecahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pecahan. Tampilkan semua postingan

06/11/16

Mengubah Satuan Debit (2) [Materi yang harus dipahami]

[ Untuk membaca artikel ini tanpa koneksi internet, download artikel di sini ]
Assalamualaikum,
Gimana kabar kalian hari ini..?? mudah-mudahan dalam keadaan baik ya..mudah-mudahan juga senantiasa diberikan kemudahan dalam mempelajari dan memahami ilmu yang bermanfaat, amiin..

Sebelumnya di artikel Pengukuran Debit (1) kita sudah membahas tentang satuan volume, jenisnya apa saja dan bagaimana perubahannya. Selain artikel tersebut, kalian juga bisa mempelajari video penjelasannya di video ini. Mempelajari volume dan perubahannya mutlak dibutuhkan untuk bisa menguasai materi debit, namun masih ada materi lain yang juga harus dipahami terlebih dahulu. Sebaiknya pelajari materi-materi berikut ini agar dapat mengikuti penjelasan tentang MENGUBAH SATUAN DEBIT dengan baik :
  1. Perkalian dan perkalian desimal (penjelasannya di video ini, dan video itu)
  2. Perkalian pecahan (penjelasannya di artikel ini, dan video itu)
  3. Pembagian pecahan (penjelasannya di artikel ini dan video itu)
  4. Pengukuran volume (penjelasannya di artikel ini, dan video itu)
  5. Pengukuran waktu (penjelasannya di artikel ini, dan video itu)
Coba di ikuti penjelasannya, sampai benar-benar paham. Kalau sudah baru kita akan masuk ke pembahasan MENGUBAH SATUAN DEBIT dengan lebih terperinci. InsyaAllah di artikel berikutnya kita akan membahas tentang jenis-jenis soal pada Bab MENGUBAH SATUAN DEBIT, dan bentuk-bentuk perubahannya, ditunggu aja ya, terus ikutan belajar bersama saya ya..
Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat, terima kasih.
[ Untuk membaca artikel ini tanpa koneksi internet, download artikel di sini ]

27/09/16

Mengubah Pecahan Menjadi Desimal

Assalamualaikum..mungkin..mungkin ni ya..anda sebagai kakek, nenek, orang tua, kakak, abang, sepupu, tetangga, pembantu, atau siapa aja pernah ditanya oleh anak kecil yang masih di bangku sekolah dasar di negara Indonesia (kalimat pengantar ini memang terkesan lebay, tapi tak apalah..) tentang materi satu ini, “Mengubah Pecahan Menjadi Desimal”. InsyaAllah kita akan membahasnya kali ini, agar jika ada anak SD yang bertanya kita sudah siap, tapi jika sudah terlanjur ditanyakan dan ternyata rekan-rekan belum mampu menjawab, ya tidak mengapa..itu sudah takdir.
Okeh, baiklah..langsung saja, tidak usah berlama-lama lagi..langsung kita mulai, gak usah basa-basi..siap ya, okeh kita mulai..
Secara umum ada dua acara yang dapat kita gunakan untuk mengubah pecahan menjadi desimal, yang pertama menjadikan penyebut pada pecahan yang akan kita ubah menjadi kelipatan per 10 (.../10), per 100 (.../100), per 1000 (.../1000), dan seterusnya yang penting kelipatan dari perkalian 10 x 10 = 100 x 10 = 1000 (mudah-mudahan paham ya..), dan yang kedua dengan cara pembagian bersusun ke bawah.
Contoh :
½ = 5/10 = 0,5
Penjelasan : sebelum diubah penyebutnya adalah 2 kemudian diubah menjadi 10, maka baik pembilang maupun penyebut sama-sama dikali 5, dapat deh 5/10, atau dapat kita baca 5 : 10 atau (5 dibagi 10), yang artinya memiliki nilai desimal 0,5.
Cara yang pertama berkaitan dengan cara yang kedua. Bagaimana dengan cara kedua yang menggunakan pembagian bersusun ke bawah? Lebih jelasnya silahkan lihat video penjelasannya di sini. Mudah-mudahan diberikan kemudahan untuk memahami. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

24/09/16

Pecahan Senilai dan Membandingkan Pecahan

Assalamualaikum, insyaAllah kali ini kita masih akan membahas pecahan, khususnya pecahan senilai. Mari kita saksikan, halahh..
Seringkali kita menemukan dua atau lebih pecahan yang sekilas terlihat berbeda, tapi sebenarnya sama saja. Misalnya nih, 3/6 dengan 2/4 , atau 5/15 dengan 3/9 , sekilas kalau diperhatikan seperti berbeda ya nilai pecahannya, padahal sama loh nilainya (amazing bukan..??, hahaha..)
Inilah yang disebut dengan pecahan senilai. Bagaimana cara membandingkan antara dua pecahan atau lebih, dan bagaimana cara menentukan pecahan senilai suatu pecahan? Penjelasannya dapat dilihat di sini. Mudah-mudahan diberikan kemudahan untuk memahami, terima kasih.

18/09/16

Pecahan ( Fraction )

Assalamualaikum,

 insyaAllah kali ini kita akan membahas sedikit tentang pecahan atau yang lebih dikenal dengan istilah Fraction (halah..). Pecahan merupakan suatu bentuk bilangan yang memiliki pembilang dan penyebut. 

Contohnya ½ (angka yang di atas dinamakan pembilang dan di bawah dinamakan penyebut). Bentuk pecahan ini biasa juga disebut pecahan biasa (loh..loh..loh..kalo gitu ada pecahan luar biasa dong??), hehehe..ya nggak ada pecahan luar biasa. Bentuk lain dari pecahan adalah pecahan campuran, contohnya  1 ¾ (mirip dengan pecahan biasa, tetapi diawali dengan bilangan bulat).

Bentuk pecahan biasa bisa berubah menjadi bentuk pecahan campuran, syaratnya pembilang harus lebih besar nilainya dibandingkan penyebut. Contohnya 5/2  , bilangan pecahan ini memiliki pembilang yang lebih besar nilainya daripada penyebutnya. Sebaliknya pecahan campuran juga bisa diubah menjadi bentuk pecahan biasa, tidak ada syarat khusus bagi sebuah pecahan campuran untuk diubah menjadi pecahan biasa.

Ok biar lebih jelas mengenai perubahan antara pecahan biasa dan campuran dapat dilihat di sini. Semoga diberikan kemudahan untuk memahami, semoga bermanfaat, terima kasih.

04/09/16

Pembagian Pecahan (Dividing Fractions)

Assalamualaikum,
Oke deh kita belajar lagi yuk, kan sebelumnya udah belajar Perkalian Pecahan (Multiplying Fractions). Kalau belum baca tentang perkalian pecahan sebaiknya dibaca dulu, tinggal klik aja tulisan “Perkalian Pecahan” tadi, atau bisa juga lihat videonya tinggal klik aja di sini. Kelanjutannya kali ini kita akan membahas tentang pembagian pecahan, insyaAllah. Langsung saja kita mulai pembahasannya, disimak baik-baik ya.
Seperti sebelumnya, kali ini kita juga akan membahas pembagian pecahan dalam 4 bagian, yaitu :
  1. Pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa
  2. Pembagian pecahan campuran dengan pecahan campuran
  3. Pembagian pecahan biasa dengan campuran
  4. Pembagian pecahan dengan bilangan bulat
Ke empat poin tadi menjadi inti dari pembagian pecahan, jadi jangan sampe kelewatan ya untuk memahaminya. Kemudian yang harus  diperhatikan adalah tahapan mengerjakan pembagian pecahan berikut ini :
  1. Semua pecahan campuran dan bilangan bulat positif harus diubah menjadi pecahan biasa (caranya lihat di sini dan di sana )
  2. Tidak ada pembagian langsung dalam pembagian pecahan
  3. Semua bentuk pembagian pecahan harus dijadikan perkalian
  4. Perubahan bentuk dari pembagian ke perkalian menyebabkan pecahan setelah tanda bagi dibalik posisinya (pembilang jadi penyebut, dan penyebut jadi pembilang)
  5. Jika sudah menjadi perkalian dan pecahan setelah tanda bagi dibalik, maka cara mengerjakannya seperti perkalian pecahan (pembilang dikalikan dengan pembilang, dan penyebut dikalikan dengan penyebut)
Jangan bingung dulu ya, coba dibaca pelan-pelan sambil melihat penjelasannya nanti. Mudah-mudahan diberikan kemudahan untuk memahaminya.
  1. Pembagian Pecahan Biasa
Lihat soal berikut :
pembagian1
Bagaimana cara mengerjakannya..?? Ingat tidak ada pembagian langsung dalam pecahan, artinya langsung kita jadikan perkalian, jadi begini :
pembagian2
dan jangan lupa setelah mengubah menjadi perkalian, pecahan setelah tanda bagi dibalik letaknya, pembilang jadi penyebut, dan penyebut jadi pembilang, begini jadinya :
pembagian3
setelah bentuknya berubah menjadi perkalian pecahan, jadi lebih mudah untuk dikerjakan. Caranya sama dengan perkalian pecahan yang sudah kita bahas sebelumnya. Pembilang dikali pembilang, dan penyebut dikali penyebut, seperti ini jadinya :
perkalianpecahan1
maka hasil akhirnya adalah :
perkalianpecahan2
gimana..?? cukup mudah bukan..?? mudah-mudahan bisa dipahami ya. Oke kita lanjut lagi..masih membahas pembagian pecahan biasa. Bagaimana jika terdiri dari 3 pecahan atau lebih..??
Misalnya…
pembagian4
atau
pembagian5
soal tersebut sama saja cara mengerjakannya, pertama ubah dulu tanda bagi menjadi kali, kemudian pecahan setelah tanda bagi tibalik posisinya. Ingat loh, yang dibalik hanya pecahan setelah tanda bagi.
Kita lihat yang perubahannya :
pembagian4
berubah menjadi
perkalianpecahan3
lihat..yang dibalika hanya pecahan yang posisinya persis setelah tanda pembagian. Oke kita lihat perubahan yang satu lagi :
pembagian5
berubah menjadi
perkalianpecahan3
Pada bentuk soal ini semua pecahan yang terletak setelah tanda bagi harus dibalik, jadi jangan lupa untuk memperhatikan tanda baginya ada di mana, karena hanya pecahan setelah tanda itu saja yang dibagi.
Nah kedua bentuk di atas setelah diubah menjadi perkalian ternyata bentuknya sama, sengaja saya buat sama bentuknya biar menghitungnya sekali saja, hehehe..okeh sekarang kita hitung :
Biar mudah, dan cepat kita gunakan metode eliminasi (mematikan penyebut dan pembilang dengan membagi dengan angka yang sama), gampangnya kita menyederhanakan penyebut dan pembilangnya. Kalau lupa atau belum tau caranya coba lihat lagi artikel ini dan video ini. Singkat cerita jadi begini bentuknya :
perkalianpecahan4
Lihat angka-angka yang ditandai dengan warna yang sama, itu artinya angka tersebut dapat dieliminasi (dimatikan), jadi angka yang warnanya sama kita bagi dengan suatu angka, tapi angka ini harus bisa membagi kedua angka itu. Setelah ketemu angka yang bisa membagi keduanya, bentuknya jadi begini :
perkalianpecahan5
Bisa dimengertikan maksudnya, coba lihat angka yang ditandai warna hijau, keduanya sama-sama dibagi 8, sekarang lihat angka yang ditandai warna merah, keduanya sama-sama dibagi 5, kemudian angka yang ditandai warna biru, keduanya sama-sama dibagi 6.
Setelah kita eliminasi (dimatikan/disederhanakan), maka bentuknya menjadi :
perkalianpecahan22
kalau sudah begini tinggal dikalikan deh, pembilang kali pembilang, penyebut kali penyebut, begini jadinya :
perkalianpecahan7
dan hasil akhirnya adalah :
perkalianpecahan8
dan masih bisa kita sederhanakan lagi, caranya pembilang dan penyebut sama-sama dibagi 2, jadi hasil akhirnya adalah :
perkalianpecahan9
Baiklah, sampai di sini masih bisa dipahami ya. Jika belum paham coba ulangi lagi, sampai paham. Karena selanjutnya semua bentuk pembagian pecahan akan kita ubah menjadi bentuk pecahan biasa, makanya cobalah untuk memahami pembagian pecahan biasa.
2. Pembagian Pecahan Campuran
misalnya ada soal begini :
pembagian6
pertama yang harus kita lakukan adalah mengubahnya menjadi bentuk pecahan biasa, kalau lupa caranya bisa lihat video ini. Setelah kita ubah menjadi pecahan biasa, bentuknya menjadi :
pembagian7
Nah, sekarang tinggal kita ubah pembagian menjadi perkalian, dan jangan lupa membalik pecahan setelah tanda bagi, jika sudah..maka bentuknya akan menjadi :
pembagian8
jangan buru-buru dikalikan, coba lihat dulu..ada gak yang bisa di eliminasi..?? Ada ya, yang mana..?? Iya, penyebut 4 dengan pembilang 8, sama-sama dibagi 4, maka setelah dieliminasi bentuknya menjadi :
pembagian9
kalau sudah begini, tinggal kita kalikan saja..pembilang kali pembilang, dan penyebut kali penyebut. Maka kita dapatkan hasil akhirnya adalah :
pembagian10
gimana..?? Masih bisa dipahami ya..kita lanjut ke bentuk pembagian pecahan selanjutnya..
3. Pembagian Pecahan Biasa dengan Pecahan Campuran
Yang perlu diingat, cara mengerjakan soal pecahan biasa dibagi pecahan campuran, sama saja dengan soal pecahan campuran dibagi pecahan biasa.
Misal pecahan biasa dibagi pecahan campuran, soalnya seperti ini :
pembagian11
Pertama kita jadikan seluruh pecahan campuran pada soal menjadi pecahan biasa, jadinya seperti ini :
pembagian12
Lalu ubah tanda bagi menjadi tanda kali, kemudian balik pecahan setelah tanda bagi, jadinya seperti ini :
pembagian13
Sekarang sudah menjadi bentuk perkalian pecahan, jangan buru-buru mengalikan, lihat lagi ada gak yang bisa dieliminasi (dimatikan) …?? Ada ya, pembilang 5 dan penyebut 5 bisa sama-sama kita bagi 5, jadi sekarang bentuknya :
pembagian14
Nah, sekarang tinggal kita kalikan pembilang dengan pembilang, kemudian kalikan penyebut dengan penyebut, maka hasil akhirnya kita dapatkan :
pembagian15
Gimana, mudah kan? Terus jika pecahan campuran dibagi pecahan biasa gimana caranya? sama aja, ubah dulu pecahan campuran menjadi pecahan biasa, lalu ubah pembagian menjadi perkalian, jangan lupa pecahan setelah tanda bagi dibalik, kemudian lihat ada yang bisa dieliminasi (dimatikan) atau ada yang bisa disederhanakan atau tidak, setelahnya tinggal dikalikan deh.
4. Pembagian Pecahan dengan Bilangan Bulat Positif
Langsung aja kita ambil contoh soal
pembagian16
Pertama ubah dulu bilangan bulat menjadi pecahan biasa, masih ingat gak caranya?
OK, kita bahas sedikit konsep bilangan bulat dan pecahan. Pertama kita harus ingat, pecahan juga dapat diartikan pembagian, contoh 1/2 artinya 1 dibagi 2, atau contoh lain 12/3 artinya 12 dibagi 3. Sampai di sini bisa dimengerti ya, nah coba perhatikan bilangan bulat tersebut adalah ” 2 “. Apa kalian bisa bayangkan pembagian yang hasilnya ” 2 ” ???
Nah, banyak kan pembagian yang hasilnya 2, bisa 2/1 atau 4/2, atau 6/3, dan lain sebagainya. Itulah caranya kita menjadikan bilangan bulat menjadi pecahan. Sekarang kita ubah bilangan bulat pada soal menjadi salah satu pecahan tadi, sebaiknya pilih yang paling kecil angkanya biar mudah mengalikannya, hehehe.
Bentuknya sekarang menjadi :
pembagian17
Nah, kalau sudah seperti ini bentuknya, kita tinggal mengubah pembagian menjadi perkalian, dan jangan lupa untuk membalik angka pecahan yang terletak setelah tanda bagi. Sekarang kita dapatkan bentuknya menjadi :
pembagian18
Sebelum dikalikan, seperti biasa..lihat dulu ada gak angka yang bisa dieliminasi. Ternyata ada, pembilang 2 dan penyebut 4, keduanya bisa sama-sama dibagi 2, jadinya begini sekarang :
pembagian19
Sekarang, tinggal dikalikan saja, pembilang kali pembilang, dan penyebut kali penyebut. Hasil akhirnya kita dapatkan :
pembagian20
Kenapa 10/2 hasilnya 5 ???
Karena 10/5 itu sama aja dengan 10 : 5 , maka hasilnya adalah 5
Oke, semoga dapat dipahami, dan semoga diberikan kemudahan untuk memahami materi pelajaran. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

01/09/16

Perkalian Pecahan

Assalamualaikum,

Kali ini kita akan membahas salah satu materi yang sangat penting dalam dunia matematika, sangkin pentingnya materi ini sudah diajarkan sejak tingkat Sekolah Dasar di negeri kita ini. Banyak sekali penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya digunakan dalam pelajaran berhitung seperti matematika. Materi yang dimaksud adalah PECAHAN (Fractions).

Sebelumnya saya sudah membahas hal-hal yang berkaitan dengan pecahan, dimulai dari Bentuk PecahanPecahan Senilai dan Membandingkan PecahanHubungan Pecahan dengan Desimal, dan Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan. Nah.., kali ini saya ingin membahas lagi hal lain yang masih berkaitan dengan pecahan, yaitu Perkalian Pecahan (Multiplying Fractions). Bentuk perkalian pecahan sering ditemukan pada berbagai bab matematika sekolah dasar, seperti Volume dan Debit, Skala dan Perbandingan, Pengolahan Data, dan lain sebagainya. Sangat penting untuk menguasai materi ini, karena banyak sekali manfaatnya.


Biar mudah memahaminya, saya menekankan pembahasan tentang perkalian pecahan menjadi tiga poin penting tentang pecahan dan 1 poin tambahan tentang eliminasi angka pada pecahan, yaitu :
  1. Perkalian pecahan biasa dengan pecahan biasa
  2. Perkalian pecahan campuran dengan pecahan campuran
  3. Perkalian pecahan dengan bilangan bulat positif
  4. Eliminasi angka pada pecahan
Pembahasan tentang Perkalian Pecahan (Multiplying Fractions) sudah saya bahas dalam bentuk video, yang ingin melihat pembahasan dalam bentuk video, silahkan lihat di video ini. Ok, langsung saja kita bahas satu persatu poin penting dalam perkalian pecahan.
  1. Perkalian Pecahan Biasa (Common Fraction Multiplication) 
misal kita ambil contoh :
 perkalianpecahan1
caranya mudah, kita tinggal mengalikan pembilang dengan pembilang (angka yang di atas), dan juga mengalikan penyebut dengan penyebut (yang di bawah), bentuknya jadi seperti ini :
perkalianpecahan1
kalau sudah seperti ini kita sudah dapat menentukan hasilnya, yaitu :
perkalianpecahan2
Bagaimana..? Cukup mudahkan..?

Nah kita lihat lagi contoh lain dari perkalian pecahan biasa (Common Fraction Multiplication), tapi kali ini kita menggunakan eliminasi angka. Kita ambil contoh :
perkalianpecahan3
Cara eliminasi (sering juga diucapkan "dimatikan") maksudnya adalah menyederhanakan angka pecahan,  antara pembilang dan penyebut, coba perhatikan bagian yang saya tandai :
perkalianpecahan4
Angka-angka yang ditandai dengan warna yang sama bisa sama-sama kita sederhanakan. Maksudnya begini, kita lihat yang ditandai warna hijau, bisa langsung sama-sama kita bagi 8. Sekarang kita lihat yang ditandai warna merah, bisa sama-sama kita bagi 5. Kemudian lihat yang ditandai warna biru, bisa sama-sama kita bagi 6. Maka sekarang perkalian pecahan tersebut menjadi :
perkalianpecahan5
Setelah kita eliminasi maka perkalian pecahan tersebut menjadi :
perkalianpecahan6
Sekarang kita tinggal mengalikan pembilang dengan pembilang (yang atas), dan mengalikan penyebut dengan penyebut (yang bawah), maka bentuknya menjadi :
perkalianpecahan7
maka kita dapatkan hasilnya adalah :
perkalianpecahan8
Hasil ini masih kita sederhanakan lagi, atau bisa juga kita sebut dengan istilah eliminasi, karena baik pembilang (angka yang atas) maupun penyebut (angka yang bawah) masih bisa sama-sama dibagi 2, maka  kita dapatkan hasilnya :
perkalianpecahan9

Bagaimana..? Bisa dimengerti ya sampai di sini..?

Oke kita review kembali yang udah kita bahas sampai di sini, pertama kita sudah memahami bagaimana perkalian pecahan biasa, kemudian kita juga sudah membahas perkalian pecahan yang dibantu dengan eliminasi (dimatikan). Metode eliminasi kita gunakan jika ada angka pembilang dan penyebut yang bisa dibagi dengan angka yang sama, berapapun angka itu (mulai dari angka 2 dan seterusnya). Metode eliminasi sangat membantu jika kita menemui angka dengan nilai cukup besar, sehingga ketika kita sudah meng-eliminasi pembilang dan penyebut angka yang tersisa nilainya lebih kecil dari sebelumnya, maka tentunya akan lebih mudah untuk mengalikan dan membaginya, itulah kegunaan metode eliminasi ini.

2. Perkalian Pecahan Campuran
Perkalian pecahan campuran tidak berbeda dengan perkalian pecahan biasa, alias sama persis caranya. Namun ada sedikit catatan, dimana sebelum mengalikan pecahan kita harus mengubah terlebih dahulu pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Kita lihat soal berikut :
perkalianpecahan10Pecahan tersebut kita ubah menjadi pecahan biasa, masih ingatkan caranya? Jika lupa bisa dilihat penjelasannya di artikel ini dan di video ini. Sekarang kita dapatkan bentuk pecahan biasanya menjadi :
perkalianpecahan11
Coba lihat, ada gak yang bisa di-eliminasi (dimatikan). Ada ya, yang mana coba..? Iya, 36 dengan 6, dan 40 dengan 10. Pembilang 36 dan penyebut 6 bisa sama-sama kita bagi 6, sedangkan pembilang 40 dan penyebut 10 bisa sama-sama kita bagi 10. Maka kita dapatkan hasilnya setelah di-eliminasi (dimatikan) menjadi :
perkalianpecahan12

Setelah dikalikan pembilang dengan pembilang, dan penyebut dengan penyebut, kita dapatkan hasilnya adalah 24/1 atau dapat dituliskan 24 : 1 = 24.

Sampai di sini masih bisa dipahami ya, mudah-mudahan tidak semakin bingung ya, hehehe..
3. Perkalian Pecahan dengan Bilangan Bulat Positif
Sekarang kita udah sampai di pembahasan terakhir kita hari ini, yaitu perkalian pecahan dengan bilangan bulat positif. Langsung aja kita lihat soal berikut :
perkalianpecahan13
Cara mengerjakannya masih sama dengan perkalian pecahan biasa. Agar mudah dipahami kita harus mengubah bilangan bulat positif pada soal menjadi pecahan, bagaimana caranya..???

OK, kita bahas sedikit konsep bilangan bulat dan pecahan. Pertama kita harus ingat, pecahan juga dapat diartikan pembagian, contoh 1/2 artinya 1 dibagi 2, atau contoh lain 12/3 artinya 12 dibagi 3. Sampai di sini bisa dimengerti ya, nah coba perhatikan bilangan bulat tersebut adalah " 2 ". Apa kalian bisa bayangkan pembagian yang hasilnya " 2 " ???

Nah, banyak kan pembagian yang hasilnya 2, bisa 2/1 atau 4/2, atau 6/3, dan lain sebagainya. Itulah caranya kita menjadikan bilangan bulat menjadi pecahan. Sekarang kita ubah bilangan bulat pada soal menjadi salah satu pecahan tadi, sebaiknya pilih yang paling kecil angkanya biar mudah mengalikannya, hehehe. Bentuknya sekarang menjadi :
perkalianpecahan14
Nah, lihat.. kalau sudah seperti ini tinggal dikalikan deh, pembilang dengan pembilang, dan penyebut dengan penyebut, jadinya seperti ini :
perkalianpecahan15
dan hasil kita dapatkan...
perkalianpecahan16
karena masih bisa disederhanakan, maka kita sederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan angka 2, sehingga hasil akhirnya menjadi :
perkalianpecahan17
Itu tadi perkalian pecahan biasa dengan bilangan bulat positif, bagaimana jika perkaliannya pecahan campuran dengan bilangan bulat positif..?? Kita lihat soal berikut yuk..
perkalianpecahan18
Sama saja dengan sebelumnya, kita ubah lebih dahulu semuanya menjadi pecahan biasa. Maka kita dapatkan bentuk perkaliannya menjadi :
perkalianpecahan19
Sekarang.. tinggal kita kalikan pembilang dengan pembilang (yang atas), dan juga kita kalikan penyebut dengan penyebut (yang bawah), maka kita dapatkan hasilnya adalah :
perkalianpecahan20
Apakah sudah selesai sampai di sini? Sebenarnya sudah selesai, tapi biasanya jika pembilang (angka yang di atas) lebih besar dari penyebut (angka yang di bawah),masih bisa dijadikan pecahan campuran. Masih ingatkan caranya? Kalau lupa bisa lihat penjelasannya di artikel ini dan video ini. Kalau sudah ingat kembali bagaimana caranya mengubah pecahan biasa menjadi campuran, sekarang kita lihat hasil akhirnya adalah :
perkalianpecahan21
Ok, sampai di sini bisa di mengerti ya..?? Coba dibaca perlahan sambil diperhatikan setiap penjelasannya, dan jika perlu siapkan soal lain yang mirip-mirip bentuknya. Jadi sambil membaca sekalian berlatih soal. Untuk penjelasan berupa video bisa dilihat disini (klik aja).

Mudah-mudahan bisa dipahami, dan senantiasa diberikan kemudahan untuk memahami pelajaran, semoga bermanfaat. Terima Kasih.